Lumajang, 20 Desember 2025 – Apa jadinya jika puluhan keluarga “diasingkan” dari hiruk-pikuk keisbukan dunia, tanpa beban kerja, dan hanya dibekali sebuah tenda? Jawabannya bukan kebosanan, melainkan sebuah transformasi luar biasa.
Akhir pekan lalu, SMP IT AL-USWAH LUMAJANG baru saja menggelar agenda Family Camp yang bertempat di halaman Yayasan Al-uswah. Mengusung tema “Merajut Ukhuwah dalam Harmoni keluarga dan Sekolah”, acara ini berhasil membuktikan bahwa kebahagiaan sederhana adalah kemewahan yang sesungguhnya.
Melepas Penat, Memeluk Momen
Sejak pagi siswa sibuk mendirikan tenda bersama-sama, suasana kerjasama dan kekompakan antar siswa sangat terlihat demi kelancaran dan keberhasilan acara. Hingga waktu dhuhur tiba para siswa sangat antusias menyambut orangtua mereka. Hingga Sabtu siang, seluruh orangtua mulai berdatangan. Diawali dengan acara sosialisasi oleh Pembina Yayasan Al-uswah Ustad Akhsanul, banyak pesan yang disampaikan kepada orangtua, acara dilanjutkan dengan pengambilan raport masing-masing orangtua kepada wali kelasnya.

Keajaiban di Malam hari
Puncak acara terjadi saat malam hari. Di bawah langit yang bersih tanpa polusi cahaya, setiap keluarga duduk bersama. Suasana penuh canda tawa saat sesi “lebih dekat dengan walikelas” dimana orangtuamulai memperkenalkan para anggota keluarnya satu persatu. Suasana yang tadinya penuh canda berubah menjadi haru saat sesi “ungkapan rasa sayang anak kepada orangtua”. suasana haru dilanjutkan dengan pemberian setangkai bunga mawar kepada orangtua, putri kecil mereka memeluk, meminta maaf dan berterimakasih kepada orangtua masing-masing.
Momen-momen jujur seperti inilah yang menjadi inti dari Family Camp. Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tapi juga fasilitator untuk memperkuat fondasi utama pendidikan anak: Keluarga.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan membagian hadiah kepada para juara lomba Classmeeting dimana ada Bulutangkis, Archery, fotografi, kebersihan kamar, kebersihan diri, kebersihan kamar mandi dan The Best Five Students berdasarkan banyak kriteria (prestasi akademik, hafalan, akhlak).
Lebih dari Sekadar Berkemah
Acara ditutup pada hari Minggu dengan kegiatan Outbond yang diikuti orangtua dan siswa, begitupun dengan ustad ustadzah yang ikut berpartisipasi bersama. Kepala Sekolah, dalam sambutan penutupnya, menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah menciptakan “tabungan memori”.
“Anak-anak mungkin akan lupa apa yang mereka pelajari di buku teks minggu lalu, tapi mereka tidak akan pernah lupa saat Ayah dan Ibunya tertawa bersama di dalam tenda,” ungkapnya.
Family Camp tahun ini bukan sekadar tentang tidur di atas tanah atau makan seadanya. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa di tengah dunia yang serba digital, koneksi manusia yang paling nyata tetaplah yang paling berharga.
bagaimana cerita selanjutnya dari acara family camp ini? tunggu cerita selengkapnya dan mengapa acara ini bisa terlaksana dengan sukses ….
